Kunjungan Gubernur Jenderal ke Koto Gadang (1920)
Wednesday, September 19, 2012
0
comments
(Pengantar : Artikel ini bersumber dari Suaro Kotogadang.
sebuah media komunikasi antara masyarakat Koto Gadang --sebuah nagari
di pinggiran kota Bukittinggi.
Sejatinya Koto Gadang adalah sebuah nagari yang unik. Di saat
nagari-nagari lain di Ranah Minang lari menjauhi penjajah kolonial
Belanda, Koto Gadang justru lari mendekati. Efek positifnya adalah bahwa
pada awal abad ke-20 anak nagari Koto Gadang banyak yang melek huruf
dan fasih berbahasa Belanda, banyak yang berpendidikan tinggi --bahkan
sampai ke negeri Belanda, serta banyak yang menduduki jabatan tinggi di
pemerintahan dan perusahaan swasta kolonial di seluruh Hindia Belanda.
Bahkan beberapa diantaranya menjadi pendiri republik ini.
Disamping itu di Nagari Koto Gadang sendiri terdapat apa yang tidak
dipunyai daerah lain di Ranah Minang bahkan di Indonesia : Sekolah HIS
Pemerintah, Listrik, Air Ledeng, Yayasan Beasiswa (Studiefonds) sampai
Sekolah Keputrian serta majalah. Tak heran jika nagari ini dikunjungi
oleh Gubernur Jenderal sewaktu melawat ke Padang.
Berdasarkan catatan sejarah, Gubernur Jenderal yang berkuasa pada
saat laporan Suaro Kotogadang dibawah ini dibuat adalah Johan Paul Graaf
van Limburg Stirum, sama seperti yang pernah berkunjung ke Padang pada
tahun 1916
Suaro Kotogadang
Kedatangan Zijne Excellentie (Z.E.) Gouverneur Genaraal di Kota Gedang
Kaba Kampung
Pada
hari jang telah ditentoekan menoeroet programma perdjalanan Z.E. pada
hari Isnajan 16 Augustus ‘20 njatalah soedah pada hari jang terseboet
Z.E. akan datang di Kota Gedang mengoendjoengi roemah sekolah renda
Keradjinan Amai Setia, itoepoen soedah kira2 15 hari lebih dahoeloe
soedah di ansoer2 meoeroeskan segala kebersihan kampoeng2 jang boleh
dikatakan setiap2 hari Kota Gedang di datangi Kapala Pemerintah boeat
meatoerkan kebersihan kampoeng2 dan sekolah2 sebagai soedah diseboet
djoega di Sr.K.G jang telah laloe.
Maka pada hari jang terseboet telah siap sekaliannja Gaba-gaba, merawa
Penghoeloe2 dan mandera tiga warna boeat perhijasi kampoeng2 dan djalan2
jang akan di laloei Z.E. maka kira-kira poekoel 9 1/2 pagi telah datang
toean Controleur Agam beserta njonja sesampai di Tapi. Padoeka toean
Controleur toeroenlah dari atas auto membitjarakan kapada panghoeloe2
jang sekatika itoe beloem seberapa jang hadir dan meatoerkan bagaimana
hendaknja perdirian menanti menjamboet Z.E. Itoepoen padoeka atoerkanlah
soesoen latakja dan teroes djoegalah ka hilir dimoeka roemah sekolah
Studiefonds pedoeka atoerkan poelalah kapada goeroe2 bagaimana anak2
sekolah itoe menjamboet dan bernjanji dan teroes djoegalah ke roemah
sekolah K.A.S.
Disana padoeka toean Controleur dan njonja melihat soesoen latak segala
barang-barang dan perhiasan adalah menjenangkan hati padoeka toean dan
njonja apalagi ada seboeah medja dihijasi barang2 anoegerah jang
diberikan Gouv: kepada almarhoem ankoe Datoe di Negeri Orang Kaja Besar
Hoofd Djaksa Padang jang pensioen jaitoe ajah dari ankoe Soetan Mohamad
Salim Hoofd Djaksa Riauw jang soedah pensioen poela. Seboeah bintang mas
besar pakai rantai pandjang dan seboeah baki terboeat dari perak dan
beberapa soerat2 tanda terima kasih kapada almarhoem ankoe Hadji Abdoel
Gani Radja Mangkoeta dari Minister van Colonien dan Prins van Oranje
poetera mahkota Radja di negeri Belanda tetakala beliau pergi ke negeri
Belanda dan soerat2 itoe bertarich di dalam tahoen 1871 dan 1875.
Melihat keadaan ini sangat menjenangkan hati padoeka. Dan bertanja siapa
almarhoem itoe maka ketika itoe anak dari almarhoem jaitoe ankoe Soetan
Mohamad Arif mantri O.R. Sawahloento jang pensioen ada hadir maka
baliau terangkanlah dengan setjoekoep2nja karena kalau2 Z.E. bertanjakan
nanti.
Didalam roemah sekolah itoe di atoerkanlah moerid-moerid satoe-satoe
klasnja dan dibelakang ada tersedia lagi seboeah Loods tempat bertenoen.
Dan diatoer djoega orang jang akan memakai pekajan marapoelai sampai
3-4 ketoeroenan pekajan; boeat memakai pekajan marapoelai laki-laki
pentjarian ninik mamak dan anak negeri,
1. Baas (tahoe bahasa Belanda) memakai pekajan berdestar gedang mas,
roki dari beloedroe memakai terapang dan panding sebagai nan dibiasakan
tiap-tiap orang berkahwin berlarak.
2. Sjarif memakai badjoe gadang sawara bertjoekir dan memakai destar bersaloek
3. Adjis memakai kain tarewai
4. Mintjen idem
dan boeat memakai pekajan merapoelai perampoean.
1. Mainar (tahoe bahasa Belanda) memakai Badjoe Beramas, kain samboeran bergelang gadang, bertalakoeng enz. enz.
2. Moezoena memakai Badjoe Soetra Salindang dan sapoetangan enz. enz.
3. Goem memakai Badjoe hitam betarawang enz. enz.
4. Sabaa memakai Badjoe Tjela soetra enz. enz.
Jang memakai pakajan marapoelai laki-laki sebelah kanan dari pintoe
masoek di Gang tengah. Jang memakai pekajan marapoelai perampoean di
sebelah kiri pintoe di dekat medja barang-barang anoegerah Gouv. tadi.
Dan kira-kira poekoel 10 datang lagi ankoe Demang Bt. Tinggi baliau poen
toeroenlah di Tapi poen adalah bersenang hati melihat segala
Penghoeloe2 dan anak negeri memakai pekajan jang sepatoetnja; gadang
ketjil toea moeda kaloear semoeanja laki laki perampoean; bersenang
hatilah segala anak-anak sambil berkata oleh karena pada ini tahoen
tiada meadakan keramaijan penoetoep hari raja tersebab anak negeri
ditimpa bahaja kelaparan dengan keramaijan inilah diganti jang
barangkali 3 kali lipat raminja, apalagi adalah poela di datangi
penghoeloe-penghoeloe dan orang moedanja di iringkan mantjak dan tari
poepoet dan saloeng dari Sianok, Goegoe’ dan Koto Toea serta
kepala-kepala negeri jang terseboet memakai pakajan adat, maka ankoe
Demang moendar-mandir sadja berdjalan kian kemari membantoe peratoeran
pendirian penghoeloe-penghoeloe.
Maka semantara menanti kedatangan Z.E. berbagailah boeni saloeng dan
poepoet jang di iringi dengan njanji oleh Bagindo Kajo Koto Toea
bersoeka rajalah segala marika.
Maka pada poekoel 1 betoel kelihatan seboeah Auto, itoepoen merikaitoe
rioehlah pada bersoesoen sebagaimana jang diatoerkan, sekiranja Auto
itoe dinaiki oleh doea orang toean toekang gambar Z.E. sambil toean itoe
mengatakan ta’ berapa lagi Z.E. akan sampai disini. Ijalah toean ini
sebagai pengendjoer djalan, karena selaloe toean-toean itoe toeroet
djoega kamana-mana Z.E. berdjalan.
Sekiranja 10 menut lagi nampaklah Auto jang dinaiki Z.E. jang memakai
bandera ke angkatan Z.E. jang berkibar-kibar di amboes angin maka
bersedialah segala jang hadir sesampai Z.E. di dekat Soerau Tinggi
diboenikanlah satoe poetjoek mariam alamat menjamboet kedatangan Z.E.
dan taboeh nebderoelah serta gong dan gandang bertioep poela, Auto Z.E.
akan masoek pintoe Gerbang (gaba-gaba) jang di Tapi berdjalan lambat dan
di sonsonglah sepandjang adat dengan sirih ditjarano basahok dengan
kain koening, itoepoen ankoe Dt. Mage’ Labih meoendjoekan tjarano itoe
kepada Z. E. dan njonja besar serta toean Loehak Agam jang sama2 diatas
Auto itoe, maka Z.E. menjemboet sirih itoe dengan sanjoem simpoel
demikian djoega dengan njonja besar, maka teroes djoegalah Auto kenaikan
Z.E. ka roemah sekolah K.A.S. dimoeka roemah sekolah Studiefonds
disamboetlah dengan njanjian anak-anak sekolah dan sampai di roemah
sekolah K.A.S. menderoe poelalah Gaoeng dan Gandang.
Maka dibelakang Auto kenaikan Z.E. bertoeroet2lah 10 boeah Auto jang
dinaiki oleh beberapa toean2 jang berpangkat2 tinggi, toean2 pengiring
Z.E. dan toean besar Soematera Barat.
Maka toeroenlah Z.E. dan njonja besar dari Auto dan teroes naiklah ke
sekolah K.A.S. moela2 masoek Z.E. melihat sekali keatas medja jang
berisi Bintang dan Baki serta soerat-soerat itoe serta membatjanja dan
bertanjakan dengan bahasa Belanda siapa orang ini jang ketika itoe
Mainar ada berdiri; itoepoen Mainar mendjawab dengan bahasa Belanda
mengatakan jang orang toea itoe ninik dari soeaminja Dr. Mohd. Sjaaf
jang sekarang melandjoetkan peladjaran di negeri Belanda.
Z.E. bertitah peladjaran apa.
Djawab Mainar, obat mata karena disini orang banjak sakit mata tersebab ajer koerang baik,
Z.E. bertitah mengapa tidak ambil ajer hoedjan.
Djawab Mainar ada tapi kaloe soedah panas tida ada lagi.
Titah Z.E. Ajer dari mana diambil oleh anak negeri.
Djawab Mainar Ajer dari sawah2 sadja.
Maka Z.E. roepanja sebagai memberi isjarat kepada pengiring Z.E. jang
dengan sebentar itoe meambil notes dan menoeliskan (segala marika jang
melihat menadahkan tangan ke arah langit; tergeraklah hati orang besar
ini akan memberi pertoeloengan waterleiding).
Dan bertitah lagi pada Mainar: kamoe apa maoe pergi djoega ka negeri Belanda?
Ija dalam boelan September soedah dapat tempat beloem dapat chabar tapi soedah diminta.
Setelah Z.E. selasai bitjara dengan Mainar maka berdjalanlah Z.E.
melihat sebelah kanan tempat pakajan marapoelai laki-laki, bertanja
poela dalam bahasa Belanda kepada Baas
Kamoe siapa?
Djawab: goeroe sekolah S.K.G.
Soedah berbini?
Soedah;
Soedah ada anak?
Soedah ada 1
Dan bertanjakan lagi: bagaimana atoeran ini pakajan?
maka Baas menerangkan dengan sedjalas-djalasnja satoe persatoe atoeran pekajan itoe.
Maka baroelah Z.E. melihat perboeatan tangan anak-anak dan renda-renda
itoe setiap-tiap kelasnja serta bertanja. Apalagi njonja besar bertanja
dengan senjoem simpoel dan melihat orang bertanoen serta soeroeh
menjoedahkan dengan segira doea pasang moeka slof dan naik koembali ka
gang ditangah.
Maka sepeninggal Z.E. dan njonja besar melihat di lain-lain klas
berganti-gantilah toean-toean itoe datang bertanja pada Mainar dan Baas,
roepanja banjak menaroeh heran karena melihat Mainar mendjawab segala
segala apa apa pertanjaan dengan hati jang tetap dan sabar serta
teratoer dengan ringkas perkataan jang banjak mengandoeng isinja jang
berarti.
Sebentar berdiri maka datanglah Directerise (Hadisah) bersama Bestuures
dari K.A.S. menjambahkan karangan boenga beserta 2 boeah bantalan
terboeat daripada soetra koening jang memakai renda-renda Palembang
perboeatan tangan moerid2 K.A.S. (1. boeat bantal doedoek di Auto, 2.
boeat bantal penoetoeb teko thee) menjambahkan dengan segala hormat
boeat njonja basar; maka njonja besar menerima dengan segala soeka hati
serta meminta’ banjak terima kasih.
Sekoetika lagi madjoe poela ankoe Datoe’ Maharadja menjambahkan dengan
segala kehormatan serta menarangkan jang bahasa segala panghoeloe2 dan
segala anak boeah di K.G. memberi 1 bingkisan persembahan boeat njonja
besar 1 halai kamboet perboeatan tangan anak negeri Koto Gedang dan
menerangkan oleh karena Z.E. telah soedi datang di negeri kami ini
moedah-moedahan Allah mendatangkan sitawar dan sidingin bagi kami saisi
negeri akan kedatangan Z.E. itoe;
Mendengar persambahan ankoe Dt. Maharadja ini Z.E. menerima dengan soeka
hati poela serta bertanja panghoeloe apa djadi kapala dari panghoeloe
nan lain-lain djawab ankoe Dt. Maharadja perhamba dioetoes dengan kata
semoefakat oleh penghoeloe2 dan anak boeah Kota Gedang menjambahkan
persambahan ini itoepoen Z.E. meminta’ terima kasih banjak; serta
memboeka sekali bingkisan itoe, dan setelah njata isinja meoelang lagi
mengatakan terima kasih dan akan menjimpan dimana tempat jang baik.
Adalah kira-kira setengah djam betoel Z.E. di roemah sekolah K.A.S.
memperhatikan apa-apanja. Setelah selasai Z.E. dan njonja besar
berangkat toeroen dan teroes naik Auto berdjalan ke Boekit Tinggi
demikian poelalah toean2 jang lain, setelah sekalian Auto2 itoe melaloei
Tapi maka di tioep lagi sepoetjoek mariam alamat memberi selamat
djalan. Dan oleh toean toekang2 gambar semoanja moerid sekolah renda
jang sedang bekerdja didalam tiap2 klasnja dan orang jang memakai
pakajan merapoelai laki2 perampoean dipotret poela. Demikian djoega
panghoeloe2 dan ankoe2 dan segala orang2 moeda jang hadir serta
berdjanji akan mengirim tiap2 potret itoe sehelai boeat sekolah.
Selasai daripada ini kira2 poekoel 2 berangkat poelanglah segala
marikaitoe dan berbondong2lah ketje’ mangetje'. Ma’aloemlah ankoe2
pembatja. Lebih2 beronggok2 doedoek di Tapi memperkatakan ini dan itoe
(tentoe lebih beringin hati sanak soedara jang dirantau jang pendoedoek
ka Tapi katika poelang boekan?)
Salam kami
(Catatan penutup:
Ringkasan laporan pandangan mata ini kurang lebih adalah:
1. Tujuan utama kedatangan pak Gubjen adalah meninjau Sekolah
Kerajinan Putri "Amai Setia". Kerajinan Amai Setia ini sampai sekarang
masih eksis.
2. Kontrolir Agam dan Nyonya datang pukul 9.30 pagi meninjau segala persiapan serta turut mengatur sana-sini.
3. Angku Damang Bukittinggi tiba di lokasi pukul 10 pagi. Angku Damang bertugas mengatur posisi berdiri para penghulu kaum.
4. Empat pasang uda-uni disiapkan menyambut pak Gubjen dengan 4 jenis
pakaian pula. Sepasang diantaranya fasih berbahasa Belanda.
5. Pukul 13.00 datang sebuah mobil. Rupanya bukan pak Gubjen, tapi
tukang ambil muka alias fotografer pak Gubjen baru yang datang.
6. 10 menit kemudian barulah pak Gubjen dan istri datang dengan diiringi 10 buah mobil berisi pejabat-pejabat penting.
7. Beda dengan sekarang, sirih dan carano diantarkan ketika pak Gubjen masih diatas mobil. Entah apa alasannya.
8. Dari pembicaraan pak Gubjen dengan Mainar, salah seorang pagar
ayu, terlihat bahwa anak nagari Koto Gadang sudah ada yang menjadi jaksa
di Padang dan Riau, mantri O.R (apa ini? Mantri Orang Rantai?) di
Sawahlunto. Bahkan ada yang mendapat Bintang Mas dan penghargaan dari
Menteri Jajahan dan Putra Mahkota Belanda sendiri. Adalagi Dr. M Syaaf
yang sedang mengambil spesialis mata di Belanda. Bahkan Mainar sang
pagar ayu juga sedang bersiap-siap untuk berangkat ke negeri Belanda.
Bayangkan tingkat emansipasi di Koto Gadang waktu itu. Anak perempuan
diizinkan berangkat ke negeri yang jauh....halah..halah...
9. Setelah berkeliling dan melihat-lihat kelas, pak Gubjen dan nyonya
dihadiahi bu Kepala Sekolah 2 buah kerajinan sulaman yaitu alas duduk
di mobil dan penutup tea set.
10. Salah seorang Datuk mewakili yang lain menghadiahkan sebuah kambuik (tas tangan) kepada nyonya Gubjen.
11. Setelah kira-kira setengah jam, pak Gubjen dan rombongan
berangkat ke Bukittinggi dengan diiringi dentum meriam sebagaimana pada
saat datangnya. Untung pak Gubjen atau nyonya ndak berpenyakit
jantung....
12. Terakhir, kenapa kok majalah Suara Kotogadang ndak pernah
menyebut nama pak Gubjen, ya? Cuma dengan inisial Z.E alias Yang Mulia.
Apa memang tatakramanya begitu? Takut kualat kalau neyebut nama ya pak
Editor? Jadinya kayak Voldemort-nya Harry Potter dong....)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kunjungan Gubernur Jenderal ke Koto Gadang (1920)
Ditulis oleh Ferry Setia Budi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://batang-agam.blogspot.com/2012/09/kunjungan-gubernur-jenderal-ke-koto.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Ferry Setia Budi
Rating Blog 5 dari 5
0 comments:
Post a Comment